Banyak orang menganggap karma itu sama dengan kutukan. Banyak orang memaknai karma sebagai sesuatu yang negatif. Padahal sesungguhnya tidak demikian.
Karma adalah hukum sebab akibat. Sesuatu yang kau tanam akan menjadi sesuatu yang kau panen, begitulah sederhananya. Bila menanam kebaikan, akan datang panen kebaikan. Bila menanam keburukan, akan datang panen keburukan.
Sebab akibat adalah mekanisme yang sangat halus, delicate. Saya teringat istilah butterfly effect. Orang lain menyebutnya "efek domino" atau "efek bola salju." Konsep itu mengatakan bahwa satu sebab kecil dapat menghasilkan rentetan kejadian yang berujung pada akibat yang besar. Syair lama berjudul For A Want Of A Nail bisa menjadi contoh yang bagus untuk menjelaskan konsep tersebut. Berikut syairnya, saya terjemahkan sekenanya:
Karena hilang sebatang paku, sepatu kuda tak dapat dipasang
Karena sepatu kuda tak dapat dipasang, kuda pun tak dapat ditunggangi
Karena kuda tak dapat ditungganggi, para ksatria jadi tak siap tempur
Karena para ksatria tak siap tempur, mereka kalah berperang
Karena kalah berperang, kerajaan pun jatuh
Betapa sebuah kerajaan dapat jatuh, hanya karena hilangnya sebatang paku
Begitulah, tindakan kecil pun ternyata dapat membikin dampak jangka panjang yang besar. Maka seyogyanya, kita berusaha berbuat baik meskipun sedikit dan sedapat mungkin menghindari berbuat buruk meski sedikit.
Tuhan Yang Maha Adil pun sudah mengatur secara proporsional ganjaran seperti apa yang akan kita dapatkan berdasarkan perbuatan kita, baik atau buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar