Simplisitas Kompleks

Jumat, 09 Juni 2017

Puisi: Berserah Darah

Aku bersimpuh
Berikan tetes darahku
Untukmu

Kau tenggak
Lantas kau meminta lagi
Catatkan di badanku sebuah luka
Lantas darahku kau tenggak lagi
Diposting oleh riyan_thesun di 01.22
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

riyan_thesun
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2017 (20)
    • ▼  Juni (19)
      • Tentang "This War of Mine"
      • Puisi: Purnama Atas Mentari
      • Puisi: Garis Mati
      • Tulisan Terkejar Waktu
      • Netral Terhadap Kemenangan dan Kekalahan
      • Puisi: Malam Putih
      • Keriuhan Digital
      • Puisi: Yakinkah Engkau?
      • Kejahatan Bisa Menjangkiti Siapa Pun
      • Puisi: Bukan Kontradiksi
      • Perumpamaan Informasi dan Makanan dalam Situasi Ke...
      • Puisi: Berserah Darah
      • Puisi: Potong Semua Sisi
      • Pagi Sepi Inspirasi
      • Puisi: Tiada Ingat
      • Tentang Harga, yang Harus Selalu Dibayarkan
      • Karma Bukanlah Kutukan
      • Puisi: Ke Mana Teknologi Masa Depan Menuju
      • Sekilas Tentang Candu
    • ►  Mei (1)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.